MERENCANAKAN EPROCUREMENT PROJECT TOKO ONLINE DI E-COMMERCE MARKETPLACE (8)
Apa itu supply chain management ?
Supply Chain Management (SCM) adalah modifikasi praktek tradisional dari manajemen logistic yang bersifat adversarial kearah koordinasi dan kemitraan antar pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan aliran informasi dan produk. Penyedia bahan baku (pemasok) memasok kebutuhan produk para perusahaan yang akan mengolah bahan baku tersebut menjadi produk jadi. Produk jadi disampaikan ke pemakai akhir melalui pusat-pusat distribusi, pengecer dan sebagainya. Rangkaian pihak-pihak yang menangani aliran produk inilah yang dinamakan dengan istilah Supply Chain (Zabidi,2001).
TUJUAN SUPPLY CHAIN MANAGMENT
Tujuan dasar Supply Chain Management adalah untuk mengendalikan persediaan dengan manajemen arus material. Perusahaan dapat mengambil pendekatan supply chain management yang efisien untuk mengkoordinasikan aliran material untuk meminimalkan persediaan dan memaksimalkan produkivitas perusahaan.
Proses dalam Management Supply Chain
Product Sourching
Consigment : Sistem penitipan produk yang pembayarannya dilakukan setelah produk telah laku terbeli.
Direct Purchase : Menggunakan sistem beli-putus. yaitu sistem penitipan produk tetapi pembayarannya lunas.
Private Label : Perusahaan mendisain, memproduksi produk dan menjual sendiri di website.
Cross Dock : Menggunakan sistem penitipan, tetapi tidak ada stok. Jika ada orderan, kita yang mengambil produk ke gudang suplier dan mengirimkan produk ke customer.
Dropship : Sistem penitipan hanya berupa gambar yang dipajang pada website. Jika ada orderan, pihak suplier yang akan mengambil dan mengirimkan produk ke customer.
Warehousing
Proses dimulai dari masuknya produk dari suplier dan kemudian dikirimkan ke warehousing (WH). Proses warehousing :
Melewati quality control (QC), produk akan dicek kondisi dan kelayakannya untuk dijual.
Jika produk lulus QC, maka akan diangkut dan masuk pada sistem WH. Sebaliknya, jika produk tidak lolos QC, maka produk akan di karantina.
Pada tahap karantina, produk akan dipertimbangkan apakah akan dikirim kembali ke suplier atau diobral.
Product Launching
Produk yang telah diterima selanjutnya masuk ke pengambilan foto produk, kemudian mengalami proses editing dan akhirnya produk tersebut launching, proses awal dari warehousing sampai launching produk membutuhkan waktu 3-6 hari.
Order Fulfillment
Pada order fulfillment, proses dimulai ketika customer memesan produk Lalu pada bagian picking, customer memilih produk yang diinginkan.
After Sales Service
Setelah melalui semua proses, after sales service menjadi tahap yang paling krusial karena ditahap ini akan dapat mengetahui tingkat kepuasan customer yang telah membeli produk.
KESIMPULAN
Mengoperasikan manajemen supply chain pada toko online di e-commerce marketplace adalah bahwa Supply Chain Management (SCM) dalam industri e-commerce memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi proses bisnis, kepuasan pelanggan, dan profitabilitas perusahaan. Kolaborasi dengan vendor dan penyesuaian produk dengan preferensi pelanggan merupakan faktor penting dalam meningkatkmentasi SCM dalam e-commerce dapat membantu dalam mengoptimalkan nilai rantai pasokan, mengurangi kesia-siaan, dan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Dukungan penuh dari manajemen dan pengembangan sistem yang efektif menjadi kunci keberhasilan dalam mengoperasikan manajemen supply chain pada toko online di e-commerce marketplace.
Komentar
Posting Komentar