PROSES TRANSAKSI DI E-COMMERCE (3)

 PENGERTIAN E-COMMERCE

 Penggunaan internet untuk aktivitas transaksi bisnis dikenal dengan istilah Electronic Commerce (E-Commerce). E-Commerce dapat terjadi antara organisasi bisnis dengan konsumen, meliputi penggunaan Internet dan World Wide Web untuk penjualan produk dan pelayanan untuk konsumen (Doolin, et al., 2005). 

Pengertian Transaksi E-Commerce

Pengertian Transaksi E-Commerce sendiri merujuk pada segala aktivitas pembelian dan penjualan barang atau jasa yang dilakukan secara elektronik melalui internet atau platform digital lainnya. Dalam transaksi e-commerce, pembeli dan penjual berinteraksi melalui website, aplikasi mobile, atau platform online lainnya untuk melakukan proses jual-beli. Transaksi e-commerce bisa melibatkan berbagai jenis produk atau jasa, mulai dari barang konsumsi sehari-hari hingga layanan digital seperti streaming musik atau video.

 

Proses Transaksi di E-Commerce

Pertama, pembeli harus mengunjungi situs web atau aplikasi e-commerce untuk mencari produk yang diinginkan. Setelah memilih barang yang ingin dibeli, pembeli harus menambahkannya ke keranjang belanja. 
Setelah selesai memilih barang, pembeli perlu melakukan checkout. Pada tahap ini, pembeli akan diminta untuk mengisi informasi pribadi seperti alamat pengiriman dan metode pembayaran yang diinginkan.
Kemudian, pembeli harus memilih metode pembayaran yang tersedia di platform e-commerce tersebut. Metode pembayaran ini bisa berupa kartu kredit, transfer bank, dompet digital, atau metode lainnya yang disediakan oleh platform tersebut.
Setelah memilih metode pembayaran, pembeli akan diminta untuk memasukkan detail pembayaran seperti nomor kartu kredit atau nomor rekening bank. Informasi ini akan dienkripsi untuk menjaga keamanan transaksi.
Setelah proses pembayaran selesai, platform e-commerce akan mengirimkan notifikasi ke penjual. Penjual akan memproses pesanan yang diterima, termasuk mempersiapkan barang untuk dikirim.
Setelah barang dikemas, penjual akan memberikan informasi pengiriman kepada pembeli. Pembeli dapat melacak status pengiriman barang tersebut melalui fitur pelacakan yang disediakan oleh platform e-commerce atau melalui pihak kurir yang bertanggung jawab atas pengiriman.
Pada tahap terakhir, pembeli akan menerima barang yang telah dipesan. Setelah menerima barang, pembeli dapat memberikan ulasan atau feedback tentang produk atau pengalaman belanja kepada penjual.
Proses transaksi pada e-commerce melibatkan berbagai pihak, termasuk penjual, pembeli, platform e-commerce, dan jasa pengiriman. Seluruh proses ini dijalankan secara elektronik dengan bantuan teknologi yang menghadirkan kenyamanan dan kemudahan dalam berbelanja online.
 
 

Tipe-tipe Transaksi di E-Commerce

Dalam salah satu bukunya “Blueprint to the Digital Economy”, Don Tapscott memperkenalkan empat tipe bisnis yang dapat dilakukan dalam komunitas bisnis elektronik dengan memanfaatkan fasilitas electronic commerce yang masing-masing dinamakan sebagai: Open Market, Aggregation, Value Chain, dan Alliance (Tapscott et.al., 1998).

 

Open Market

Komunitas ini merupakan versi elektronik dari pasar tradisional dimana para penjual dan pembeli bertemu secara langsung. Secara bebas penjual menjajakan produk dan pelayanannya kepada pembeli, sementara pembeli dapat melakukan transaksi dengan penjual yang dipilihnya.

Contoh, perusahaan semacam eBay yang menawarkan jasa pelelangan barang melalui internet. Setiap orang dapat dengan leluasa meletakkan informasi mengenai barang yang ingin dilelang ke dalam homepage eBay dan bagi yang tertarik dapat segera melakukan penawaran melalui situs yang sama.

 

Aggregation

Pada komunitas ini biasanya sebuah perusahaan berfungsi sebagai pemimpin atau mediator dalam proses transaksi elektronis yang terjadi antara produser dan konsumer (penjual dan pembeli).

Contohnya adalah situsnya Wal-Mart, perusahaan retail terbesar di Amerika yang menjual beribu-ribu item kebutuhan sehari-hari yang dapat dipesan melalui internet. Sebagai pemimpin dalam komunitas ini, perusahaan aggregator menerapkan peraturan-peraturan yang harus ditaati baik oleh produser maupun konsumer agar terjadi mekanisme transaksi yang efektif, efisien, dan terkontrol dengan baik.

 

Value Chain

Porter menjelaskan bahwa aktivitas penciptaan suatu produk atau pelayan dilakukan melalui suatu urutan proses tertentu (Porter, 1985). Dikatakan olehnya bahwa sebuah perusahaan akan memiliki keunggulan kompetitif bila manajemen berhasil memiliki rantai proses yang paling optimum. Seperti halnya pada komunitas aggregation, pada komunitas ini sebuah perusahaan berfungsi sebagai pemimpin. Bedanya adalah bahwa perusahaan ini berusaha sedemikan rupa agar terjadi urutan proses penciptaan produk dan jasa yang paling optimum.

 

 

 KESIMPULAN

 

Electronic Commerce (E-Commerce) merupakan aktivitas transaksi bisnis yang menggunakan internet atau platform digital lainnya untuk melakukan pembelian dan penjualan barang atau jasa. E-Commerce dapat terjadi antara organisasi bisnis dengan konsumen, dan telah mengalami peningkatan penggunaannya di Indonesia. Transaksi E-Commerce melibatkan interaksi antara pembeli dan penjual melalui berbagai platform online seperti website dan aplikasi mobile. Proses pembayaran dalam transaksi E-Commerce dilakukan secara elektronik menggunakan metode seperti kartu kredit dan transfer bank online, sedangkan pengiriman barang biasanya melibatkan layanan kurir atau ekspedisi. Dengan demikian, E-Commerce menjadi salah satu aspek penting dalam dunia bisnis modern yang memudahkan proses jual-beli secara efisien dan praktis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESIMPULAN DARI SEMUA MATERI E-COMMERCE